Telah tertangkap kamera *juga tertangkap tangan seorang pencuri motor di Daerah Yusufiyah (Lubang Buaya) – Jakarta Timur, 21 Aug 2016 (pagi) sekitar selepas adzan Subuh. Kalo ada pahlawan kesiangan, dia Maling kesiangan *sisa mabuk semalam mungkin.

Mohon maaf foto tak disamarkan, dan silahkan tutup mata (jangan lihat) bagi yang tidak tegaan.

IMG_20160821_054939

Di daerah ini, dalam 1 minggu ini sudah 4 motor dan 1 mobil veloz yang dicuri cantik, angka kriminalitas yg fantastis dalam hitungan minggu, dan belum pernah terjadi sebelumnya, mungkin ini untuk persiapan kenaikan harga rokok. Masyarakat pun gerah, tanda tanda pengamanan dari polisi pun tak ada (walau sudah segitu angka laporan pencuriannya) *mungkin masih kurang banyak bagi data polisi. Alhasil para pemuda sekitar sepakat untuk sengaja melakukan pengintaian penjebakan. 1 orang berhasil lolos, 1 orang berhasil ditangkap, namun harus dengan sedikit pertumpahan darah *lebay. 2 orang pemuda terluka cukup parah di lengannya, dan 1 pemuda lagi di jarinya. Pelaku membawa cukup banyak peralatan tajam, dan tasnya berisi obeng, dll. Yang lebih membuat warga marah adalah: ada kertas yang berisi jadwal/daftar rencana pencurian motor (uwaaatttt, motor kami pun masuk daftar???), sepertinya ada yang salah dengan sistem PDCA (Plan Do Check Action) komplotan ini, ato mungkin dia sedang apes saja hari ini sehingga tertangkap tangan, ato mungkin kurang mentor, ato mungkin belum diberi training kompetensi #halah. Persiapan matangnya ditambah dengan selembar kertas berisi mantra mantra, gak tau mantra sirep (biar warga pada ngantok), ato mantra ngilang, ato mantra kebal ato mungkin aja mantra mantra cinta.  Tapi dengan keberanian dan kekompakan warga, dia berhasil ditangkap (semoga saja dia jomblo, kalo dia punya pacar, kan kasian pacarnya yang jadi jomblo sekarang). Pelaku mengaku warga Bogor, profesi sebagai tukang sayur, sempat memberikan nomer telpon rekannya yang berhasil kabur tadi (namun hingga saat mobil polisi datang, nomer rekannya masih menjadi misteri, tak kunjung mengangkat telpon), mungkinpun nomer dan nama yang dikasitaunya pun ntah nomer siapa, tak ada yang tau, kan katanya “mana ada maling ngaku”.IMG_20160821_054624

Tapi memang, awalnya melihat kejadian ini kita akan melihat betapa sadisnya penghukuman masa terhadap seorang pencuri yang hanya mencuri sebuah motor, kenapa beraninya sama maling kecil, kenapa bukan pencuri (koruptor) besar. IYA, tadi pagi juga tanpa disadari mulut inipun ikut bicara agar menyudahi penyiksaan itu, kasi ke polisi aja, gak tega rasanya dan kesian kalo sampe mati, belum lagi dia sempat berteriak dan menyebut nama “IBU” nya saat dipukuli, bayangkan itu tadi yang dipukuli dari wajah, terus sampe tulang kering kaki *omegot si tulang kering ini kalo kesenggol sudut dinding aja rasanya kan enak ya, apalagi dipukul pake benda tumpul berkali kali dan ngoyo begitu.

Tapi kemudian ada yang membisiki “kalo kejadian ini menimpa ibu atau kluarga ibu, mungkin ibu yang bisa dihabisi nyawanya, peralatan tajamnya banyak buk, yang nangkep aja (udah 2 orang) luka cukup parah kena sabetan celuritnya itu, kalo ibu dan ibu ibu yang lain ga tega, trus pada teriak gak tahan  liatnya, masuk rumah aja”. Pernyataan itu cukup membuatku diam dan mengingat beberapa kejadian begal sadis yang marak belakangan ini. Para begal gak ragu ragu dan tanpa kasihan menghabisi nyawa pemilik motor, hanya untuk sebuah motor, jadi paradigmanya kalo kita tidak sadis, kita disadisi orang, dan mungkin sudah entah berapa hasil begal atau sudah entah berapa nyawa yang dihabisinya dalam mem-begal. Beberapa waktu mereka menyiksa dan meng-interogasi pelaku, menanyakan penadahnya.14089076_1158034307553131_249509390621296272_n

Benar, Kita kadang gak tega liat pelaku disiksa berlebihan dan berpikiran “biarlah yang berwajib yang menanganinya”, tapi hal ini menggelitik pada pengalaman pribadi kami, kami pernah kemalingan motor (di depan mata suami) tu motor dibawa kabur (hanya 3 menit luput dari pandangan, si CBR150 kesayangan suami pun sudah dikendarai maling), suami gak bisa ngejarnya lagi *apa jangan jangan suami berkomplot sama maling makanya gak mau ngejar ya? (cobak dulu angkat tangannya yang berani bilang kek gitu), sebagai warga taat, waktu itu suami langsung buru buru ngelapor ke polisi, kayak di film film barat gitu kan ya, kalo ada laporan pencurian, polisinya langsung ambil HT, lapor status, trus polisi yang dimana nyahut kalo melihat tersangka, lalu si polisi ngejar pelaku, kejar kejaran di jalanan, masuk tv, diliput dari udara #halah hayalan berlebihan. Gak kok, waktu lapor, si polisi bersikap sangat ramah, senyum dan santai saja *mungkin dianggap ini hanya laporan popok ilang.

Sesaat saya pun terdiam melihat apa yang mereka lakukan pada pelaku, walau sempat ikut untuk mengingatkan jangan berlebihan menyiksanya, tapi saya tak sampai berteriak, hanya menahan nafas, bahkan tega untuk ikut mengambil fotonya. Kepedihan fisik yang dirasakannya itu mungkin sepadan dengan kepedihan psikis yang banyak ditahan oleh kebanyakan orang saat mencari nafkah, bedanya luka psikis tak terlihat, beda dengan luka fisik yang dapat dilihat, tak mungkin patah hati dan patah semangat itu terlihat dari luar seperti patah tulang ato lembam lembam. Itu untuk yang tertangkap tangan, yang hanya bersifat tuduhan saja sering mengalami kepedihan psikis yang cukup dalam, dari brainwash sudut pandang orang lain ke kita (hasut), bahkan hingga pembunuhan karakter #halah jadi curcol.

Melihat kondisi ekonomi akhir akhir ini, sebenarnya tak heran jika angka kriminalitas meningkat, apalagi pada usia pelaku yang tergolong muda, yang mungkin candu rokok, tak mampu lagi membeli rokok, apalagi setelah harga rokok naik. Ada sisi baik penaikan harga rokok, namun dapat juga berdampak negatif. Masyarakat semakin sulit mencari kerja apalagi mencari uang, kebutuhan hidup tak bisa dihindari, semua harga juga naik. Kesulitan finansial sangat tinggi, bahkan ahmad dhani saja diisukan bangkrut). Pada saat seperti ini kita sebagai warga sangatlah berharap besar kepada jajaran Polri untuk meningkatkan pengamanan dan pelayanan, semoga pak #TitoKarnavian tak hanya berfokus terorisme, tapi juga pada kejahatan kecil lainnya yang cukup dapat menimbulkan keresahan dan kerugian masyarakat. Pemerintah juga semoga segera meluruskan jajarannya (tak sibuk dengan reshufle yang seringkali ikut mereshufle kebijakan kebijakan yang membuat bingung jajaran di bawahnya sehingga para eksekutornya bisa gagal paham). Selain itu semoga pemerintah mulai memikirkan perangkulan pada warga menengah ke bawah dengan sumber daya manusia yang masih rendah, memberikan paket paket belajar, bantu informasi kesempatan kerja yang tersedia agar tak lagi terjadi penghakiman masa lainnya yang menyedihkan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s